CV. JOGJA GEOLOGI SURVEY Adalah Sebuah Badan Usaha Yang Bergerak di Bidang Jasa Konsultan Geologi dan Pertambangan, CV. JOGJA GEOLOGI SURVEY Didirikan Dengan Akta Notaries perubahan AHU-0039297-AH.01.14 Tahun 2022, dengan no IUJP 21062200157580001 Kontak Kami Hp : 082295230211 Email : jgsconsultan@gmail.com
CV. Jogja Geologi Survey
Monday, 1 February 2021
METODA-METODA DALAM PERHITUNGAN CADANGAN BATUBARA Cadangan batubara (coal reserves) merupakan hal penting dalam menentukan penambangan endapan dengan ekonomis. Tingkat kepastian cadangan terestimasi menentukan resiko kelayakan ekonomi tambang dan garansi bagi pengembalian modal (capital investment). Estimasi sumberdaya batubara (coal resources) dan cadangan meliputi klasifikasi (kategorisasi) dari kalkulasi sumberdaya batubara dan cadangan. Perhitungan cadangan ini merupakan hal yang paling vital dalam kegiatan eksplorasi. Perhitungan yang dimaksud di sini dimulai dari sumberdaya sampai pada cadangan yang dapat di tambang yang merupakan tahapan akhir dari proses eksplorasi. Hasil perhitungan cadangan tertambang kemudian akan digunakan untuk mengevaluasi apakah sebuah kegiatan penambangan yang direncanakan layak untuk di tambang atau tidak. Adapun metode perhitungan cadangan antara lain : a. Metode Cross Section Masih sering dilakukan pada tahap-tahap paling awal dari perhitungan. Hasil perhitungan secara manual ini dapat dipakai sebagai alat pembanding untuk mengecek hasil perhitungan yang lebih canggih dengan menggunakan komputer. b. Metode Isoline (Metode Kontur) Metoda ini dipakai untuk digunakan pada endapan bijih dimana ketebalan dan kadar mengecil dari tengah ke tepi endapan. Volume dapat dihitung dengan cara menghitung luas daerah yang terdapat di dalam batas kontur, kemudian mempergunakan prosedur-prosedur yang umum dikenal. c. Metode Model Blok (Grid) Aspek yang paling penting dalam perhitungan cadangan adalah metode penaksiran, terdapat bermacam-macam metode penaksiran yang bisa dilakukan yaitu metode klasik yang terdiri dari NNP (Neighborhood Nearest Point) dan IDW (Inverse
Sunday, 31 January 2021
Cross Section ialah penampang yang merupakan hasil dari sayatan cth sayatan dari titik-titik pengeboran, topografi, dan lain sebagainya, tujuannya ialah untuk menampilkan sayatan dari berbagai lapisan cth lapisan/seam batubara, mengecek ulang apakan korelasi antar titik bor sudah benar, serta mengetahui ada atau tidaknya indikasi struktur geologi (lipatan, patahan, sinklin, antiklin, dan lain-lain).
Hasil penampang cross section 2D bisa juga dijadikan bahan untuk perhitungan sumberdaya atau cadangan batubara dimana pada section ke 0 dan ke 1 diketahui
a. Jarak antar sayatan
b. Luas sayatan (OB atau Batubara) 0 dan 1 dalam hal ini m²
Hasil tersebut nantinya kita masukan didalam rumus penampang
Hasil dari pembuatan cross section ini berupa tampilan 2D (dua dimensi) atau 3D (tiga dimensi) tergantung dari keperluan yang akan gunakan.
Kegiatan eksploitasi batubara dengan sistem penambangan terbuka melakukan kegiatan pengambilan
batubara dan batuan yang tidak digunakan seperti material overburden dan interburden. Kemudian, material
yang tidak digunakan tersebut ditimbun kembali di disposal. Pembuatan disposal harus dilakukan dengan
baik, apabila tidak, akan timbul adanya tanah longsor yang akan mengganggu aktivitas eksploitasi batubara.
Selain itu pembuatan disposal harus mencukupi target kapasitas timbunan.
Design Pit ialah suatu gambaran dengan bentuk 2 dimensi atau 3 dimensi yang nantinya akan diaplikasikan di lapangan dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan produksi pada tambang dengan metode yang digunakan yaitu ada 2 metode tambang terbuka dan tambang bawah tanah. Tujuan pembuatan design pit tersebut untuk mendapatkan gambaran design pit yang ideal dan ekonomis dengan memperhitungkan nilai Stripping Ratio (SR)
Didalam Design Pit adanya komponen-komponen yang juga diatur yaitu membuat Ramp (jalan), grade jalan dan Dimensi Bench (tinggi jenjang, kemiringan bench, dan berm). Untuk menentukan arah ramp juga harus diperhitungkan untuk akses nantinya overburden ke disposal serta coal ke stock room atau langsung ke stock file di jetty serta lebar jalan dan berapa jumlah jalur yang akan digunakan. Dimana lebar jalan diketahui dari unit yang paling besar digunakan di area project.
Tutorial ini merupakan lanjutan dari Tutorial sebelumnya yaitu Tutorial Minescape 5.7 – Open Cut_Membuat Resgraphic















